Bismillahirrahmanirrahiiim….
Udah
jadi nasib dan taqdirku mungkin. Selalu gagal dalam masalah percintaan. Sejak
aku mengenal perasaan saling menyukai, aku tak pernah berhasil mendapatkan
cintaku. Selalu bertepuk sebelah tangan. Ku akui, tampangku memang pas-pasan. Wajar
saja jika mereka yang aku suka, tak menyukaiku. Namun dibalik wajah pas-pasanku
ini, ternyata ada juga yang menyukai aku. Bukan Cuma satu atau dua, namun lebih
dari itu. Sayangnya aku tak bisa menyukai mereka. Aku hanya bisa menyukai orang
yang aku suka.
Ketika
langkahku melangkah ke jenjang SMA, aku menyukai lagi seseorang. Orang yang
asing di mataku. Namun aku telah jatuh hati sejak melihat foto ijazahnya
beserta nilai-nilai tinggi yang tertera di ijazah tersebut. Aku belum mengenal
dia, belum mengenal karakternya, seperti apa kehidupannya apalagi. Aku tambah
tertarik dan penasaran padanya ketika aku melihat tanggal lahirnya yang hamper mirip
dengan tanggal lahirku. Kami jodoh, fikirku lugu saat itu.
Seperti
yang aku bilang di awal, aku selalu gagal dalam percintaan. begitu pulalah
kisahku dengan orang itu. Bertepuk sebelah tangan. Dan kali ini, ketika kakiku hamper
hengkang dari dunia kampus. Aku mengenal seseorang lagi. Mengenalnya dari
facebook. Aku tak tau apa yag aku suka dari dia, yang aku yakini aku jatuh hati
padanya karena kecocokan saat ngobrol dan tentu saja, karena gombalanya. Aku termakan
rayuan, dan aku jatuh saat itu.
Ya,
cintaku kali ini tidak bertepuk sebelah tangan. Komunikasi demi komunikasi
menambah kesa indah hubungan kami. Kata jelek sekalipun tetap indah
kedengarannya. Aku semakin yakin bahwa cinta itu buta saat itu. Aku tak lagi
peduli apapun, yang aku peduli hanya dirinya. Ketika ada sesuatu yang
mengasyikkan, dan tak mengasyikkan, selalu saja aku langsung ingat dia. Ingin menceritakan
padanya sebagai wujud cintaku padanya. Begitu pula dia, dia selalu menjadikanku
sandaran cerita dan kisah sedihnya. Sebagai sosok yang aku cinta, otomatis aku
iba dan langsung melancarkan perhatianku padanya. Sungguh indah yang kurasaka
saat itu.
Hari
berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Tak terasa
hubungan kami memasuki usia setahun. Hubungan kami? Mungkin kamu fikir cinta
itu masih indah… namun tidak. Cinta itu hanya indah di bulan-bulan awal
perkenalan kami. Setelah itu, senyum amat jarang lagi. Kalaupun ada senyum, itu
hanya senyum getir tanpa ekspresi. Yang ada hanya sakit hati dan air mata.
Kami
mengakui bahwa kami masih saling cinta, namun kepercayaan di antara kami yang
kurang. Kami tak bisa lagi saling membuktikan bahwa cinta itu masih ada. Di pihakku,
aku masih sering mengatakan cinta dan rindu padanya, namun dia tak pernah lagi.
Suatu malam aku kalut, hatiku bimbang. Aku tak fikir panjang ketika aku sms
dia, “andai cintamu masih untukku L”. Dia balas, “masih,
Cuma aku takut Tuhan berkehendak lain nantinya J. Kan saya sudah
bilang sulit tuk melupakanmu”.
Aku
bahagia dengan balasannya. Namun bahagiaku hanya sesaat, karena perkataannya
itu tak terbukti. Setelah sms itu, tak ada lag isms berikutnya. Aku sms dia
lagi, namun tak dibalasnya lagi.
Aku…
aku sakit pastinya. Aku merasa gagal dalam percintaan ini.
“Allah,
aku tau aku salah melangkah ketika memilih cinta. Aku memilih cinta yang
menipu. Padahal ku tahu, cintaMu lah yang paling setia dan tak pernah
menyakiti. Padahal aku tahu, bahwa Engkau terlalu mencintaiku, namun cintaMu
selalu aku abaikan dan memilih cinta lain. Allah, izinkanlah aku kembali pada
cintaMu, cintaMu yang halal nan hakiki. Buatlah aku lupa pada segala cinta
dunia yang membutakan mata hatiku. Allah, raihlah tanganku, genggam eratlah
jemariku. Allah, ketika kelak aku jatuh cinta lagi, labuhkanlah cintaku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu agar bertambah kekuatan ku untuk mencintaiMu, dan jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku padaMu. Aamiin yaa Mujiibud du’aa”
Rumahku - Enrekang, Ba'da Isya, 8 januari 2013
*) Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Berkali-kali

0 komentar:
Posting Komentar